| Alhamdullilah. Sebelumnya perkenalkan, saya Adalah Bamabang dari Ds. Ponggok-Blitar. saya berangkat sebagai peternak ayam petelur. Kami mengawali waktu itu masih sangat sedikit yaitu 150 ekor ayam petelur. |
Karena semua ini tidak terjadi dengan tiba-tiba, tapi juga
karena dorongan dan semangat yang kami impikan selama ini. Mulai dari sharing
antar teman petenak, penjual pakan ternak sampe terakhir saya bertemu dengan
komunitas yang luar biasa ini yang memang mengadakan Pembelajaran Ilmu Ternak
secara rutin dan berkelanjutan (baik ilmunya maupun konsultasi).
Ternyata bukan ternak
saja yang dipelajarkan, tapi juga ilmu pertanian. Dari situlah hati kami
tergerak juga untuk mendalami ilmu tani. Dengan harapan suatu saat nanti kami
juga punya lahan untuk pertanian juga. Jadi tidak hanya olah ternak saja.
Alhamdulillah semua atas berkat Alloh SWT. Dari perkembangan
ternak kami bisa mengembangkan lagi untuk membeli sawah, dan singkat cerita,
karena kami sudah mempelajari bagaimana bertani
tanpa beli pupuk, tanpa beli obat hama (karena disini ada pembelajaran cara
buat pupuk dan obat hama).
Akhirnya Kami memberanikan diri nyemplung sawah karena ilmu
yang sudah kami dapatkan dari pembeajaran bersama “Team Hcs Jombang Gus-Dur”
kami semakin Percaya diri. Jika salah toh juga ada yang di mintai konsultasi.
Kami memulai untuk tanam jagung.
Perlakuan tanah yang kami lakukan sedikit berbeda dengan
yang lain. Sengaja kami beri mulsa agar kami nanti juga mudah untuk tanam
tumpang-sari. Selanjutnya kami beri Pupuk Padat buatan saya sendiri (caranya ada di Pelatihan), saya olah
sampai benar-benar merata. Kemudian saya Gulut dan saya beri mulasa.
Kemudian saya tunggu beberapa hari agar tanah benar-benar
siap. Setelah itu barulah benih jagung saya icir (sebelumnya ada perlakuan
khusus untuk benih yang mau saya tanam-caranya
ada di pelatihan. Selanjutnya tinggal perawatan dengan Pemberian Nutrisi
yang cukup dan pengendalian Hama. Untuk pembuatan nutrisi (N-P-K) dan obat
pengendali hama kami buat sendiri dari bahan alami. Dan semua itu sudah di
rangkum oleh Team Hcs Jombang dan di jadikan sebuah materi.
Tibalah sekarang waktunya panen. Dan ternyata Luar biasa, di
luar dugaan saya. Karena saya baru ini bercocok tanam. Subhanlloh jagung saya bisa
keluar dengan tongkol 3-4. Dan saya berani memastikan saya tidak satu
sendok pun menggunakan pupukk kimia. Bisa dibayangkan saya bisa mendapatkan
minimla 3 kali lipat dari petani Tradisional. Bisa di bayangkan??..
Inilah yang menjadikan keyakinan saya, bersama dengan Team
HCS Jombang Gus-Dur kita mampu mewujudkan SWASEMBADA
pangan. Dan sudah saatnya kita untuk berubah dan merubah yang lebih baik. Dan
saya memilih disinah solusinya.
By: aLy “wono’s”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar